Empuk dan Tanpa Prengus Rahasia Sate Klatak Kambing 8 Bulan
Empuk dan Tanpa Prengus Rahasia Sate Klatak Kambing 8 Bulan – Sate klatak menjadi salah satu kuliner legendaris dari Yogyakarta yang tak pernah kehilangan penggemar. Berasal dari wilayah Bantul, sate ini dikenal dengan cita rasa sederhana namun kuat, serta tekstur daging yang empuk tanpa bau prengus. Rahasianya bukan hanya pada teknik memasak, tetapi juga pada pemilihan bahan baku, yakni kambing muda berusia sekitar delapan bulan.
Di kawasan Bantul, sate klatak bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari tradisi kuliner yang sudah diwariskan turun-temurun. Nama “klatak” sendiri berasal dari bunyi “tak-tak” saat tusuk sate berbahan besi dipukul slot deposit 10k di atas panggangan.
Rahasia Daging Empuk Tanpa Bau Prengus
Salah satu alasan sate klatak terasa istimewa adalah penggunaan kambing muda. Kambing berusia sekitar delapan bulan memiliki tekstur daging yang masih lembut dan seratnya belum terlalu kasar. Inilah yang membuat hasil bakaran menjadi empuk dan juicy.
Selain itu, kambing muda cenderung tidak memiliki aroma menyengat atau prengus yang sering menjadi keluhan sebagian orang. Dengan kualitas daging yang sudah baik sejak awal, proses memasak menjadi lebih sederhana tanpa perlu banyak bumbu untuk menutupi bau.
Berbeda dengan sate pada umumnya yang menggunakan bumbu kacang atau kecap melimpah, sate klatak justru hanya dibumbui garam. Kesederhanaan ini membuat cita rasa asli daging kambing semakin terasa. Saat dibakar di atas bara arang, lemaknya meleleh perlahan dan meresap ke dalam daging, menciptakan rasa gurih alami yang khas.
Tusuk Besi Jadi Ciri Khas
Keunikan lain sate klatak terletak pada penggunaan tusuk besi, bukan bambu. Tusuk besi berfungsi sebagai penghantar panas sehingga bagian dalam daging ikut matang secara merata. Teknik ini membuat sate matang sempurna tanpa harus dibakar terlalu lama.
Daging biasanya dipotong cukup besar dan hanya terdiri dari dua hingga tiga potong per tusuk. Tampilan ini mungkin terlihat sederhana, tetapi justru itulah daya tariknya. Saat disajikan, sate klatak biasanya ditemani kuah gulai ringan yang gurih serta nasi putih hangat.
Perpaduan antara daging bakar yang smoky, kuah gulai yang lembut, dan nasi hangat menciptakan sensasi makan yang memuaskan. Tak heran jika banyak wisatawan rela antre demi mencicipi kelezatannya.
Ikon Kuliner Yogyakarta
Sate klatak semakin dikenal luas setelah banyak direkomendasikan sebagai kuliner wajib saat berkunjung ke Yogyakarta. Bahkan, beberapa warung sate klatak di Bantul selalu ramai setiap malam, terutama akhir pekan.
Kelezatan sate klatak membuktikan bahwa cita rasa autentik tidak selalu membutuhkan racikan bumbu yang rumit. Kualitas bahan dan teknik memasak tradisional justru menjadi kunci utama.
Bagi pencinta kuliner kambing, sate klatak dengan kambing muda delapan bulan adalah pilihan tepat. Teksturnya empuk, rasanya gurih alami, dan yang terpenting bebas bau prengus. Sensasi makan yang sederhana namun berkesan ini menjadikan sate klatak sebagai salah satu kuliner terbaik yang wajib dicoba saat berada di Bantul.