Sisi Gelap Minuman Boba, Temuan Timbal hingga Pengaruhi Kesehatan Ginjal
Minuman Boba – Bukan lagi hal asing di Indonesia. Rasanya menyegarkan, terutama saat dseruput dingin-dingin di tengah cauaca terik, dengan bola-bola kenyal yang membuat pengalaman organoleptik makin kaya, Namun, hasil investigasi Consumer Resport menungkapkan sisi gelap minuman ini, yakni kadar timbal yang tinggi dalam beberapa produk boba di Amerika Serikat.
Baca Juga: Tips Buat Kamu yang Mau Bikin Caramelized Onion Renyah Tidak Pahit, Anti Gagal
Mutiara Tapioka juga menimbulkan resiko lain selain kontaminasi. Komposisi patinya berarti bahwa mengonsumsi nya dalam jumlah besar dapat memperlambat pengsosongan lambung, kondisi yang disebut gastroparesis atau, dalam beberapa kasus, menyebabkan penyumbatan total.
Risiko Tersedak Karena Mutiara Boba
Komponen tertentu, termasuk oksalat dan lkadar fosfat, dapat berkontribusi pada permukaan batu. Namun, kasus ekstrem ini kemungkinan besar mencerminkan konsumsi yang sangat tinggi.
Orang dewasa pun tidak kebal akan risiko ini. Menurut laporan media di Singapura, seorang perempuan berusia 19 tahun meninggal setelah menghirup tiga mutiara saat menghisap sedotan yang sebagian tersumbat lebih keras, sementara perempuan lain nyaris mengalami nasib yang sama jika tidak segera di tolong orang-orang di sekitarnya.
Bisa Sebabkan Obesitas dan Gangguan Kecemasan
Di California, Amerika Serikat, minuman ini di anggap sebagai faktor penyebab epidemi obesitas remaja, namun banyak dewasa muda yang masih belumm menyadari risiko ini. Kandungan gula dan lemak yang tinggi meningkatkan kemungkinan terkena diabetes tipe 2, obesitas, dan penyakit metabolik, sementara konsumsi jangka panjang dapat berkontribusi pada penyakit hati berlemak – dampak yang terkait dengan produk gula tinggi apa pun yang meningkatkan glukos darah dan mendorong penyimpanan lemak di hati.
Lebih jauh, riset yang sedang berkembang menunjukan ada korelasi antara kebiasaan minum boba dengan potensi pada kesehatan mental. Studi terhadap anak-anak di Tiongkok yang sering mengonsumsi bubble tea menunjukan hubungan antara peningkatan tingkat kecemasan dan depresi.
Rekomendasi Cara Menikmati minuman Boba yang Tepat
Bahkan ada fenomena medis aneh yang terkait dengan konsumi bublle tea. munculnya mutiara tapioka pada.
Permintaan pasien yang di rawat karena kedaan darurat yang tidak terkait.
Dokter yang merawat pasien setelah kecelakaan mobil atau radang usus buntu telah menemukan lusinan mutiara yang terlihat di lambung dan saluran pencernaan. mutiara-mutiara
Ini terkadang dapat menyebabkan kebingungan diagnosis, karena tampak lebih padat daripada jaringan di sekitarnya dan memiliki sifat seperti batu yang mirip dengan yang terlihat pada batu ginjal atau batu empedu.
